Rabu, 30 Juli 2025
Senin, 28 Juli 2025
Sel Hewan
Rabu, 23 Juli 2025
Sel Hewan
Sel hewan adalah nama umum untuk sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan.[1]Sel hewan berbeda dari sel eukariotik lain, seperti sel tumbuhan, karena mereka tidak memiliki dinding sel, dan kloroplas,[2] dan biasanya mereka memiliki vakuola yang lebih kecil, bahkan tidak ada. Karena tidak memiliki dinding sel yang keras, sel hewan bervariasi bentuknya. Sel manusia adalah salah satu jenis sel hewan.
Komponen sel hewan pada umumnya:
|
Sel hewan terdiri dari, mitokondria, sentriol, nukleus, nukleolus, kromatin, ribosom, retikulum endoplasma, mikrotubulus, membran plasma, vakuola, sitosol, selaput inti, badan golgi, sitoskeleton, lisosom, dan peroksisom.[3]
Sumber: https://id.m.wikipedia.org/wiki/
Sel_hewan
Senin, 21 Juli 2025
Sel Tumbuhan
Sel tumbuhan adalah sel yang menyusun fungsi kerja dari seluruh fungsi kehidupan tumbuhan. Peran sel tumbuhan adalah memulai pertumbuhan awal, menyerap makanan, hingga menghasilkan buah. Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Dinding sel sangat tipis saat selulosa masih berusia muda, sedangkan dinding sel menebal saat selulosa semakin tua. Sel tumbuhan ini yang membuat tumbuhan muda sangat lunak, sedangkan tumbuhan tua sangat keras.
- Vakuola yang besar (dikelilingi membran, disebut tonoplas, yang menjaga turgor sel dan mengontrol pergerakan molekul di antara sitosol dan getah.
- Dinding sel yang tersusun atas selulosa dan protein, dalam banyak kasus lignin, dan disimpan oleh protoplasma di luar membran sel. Ini berbeda dengan dinding sel fungi, yang dibuat dari kitin, dan prokariotik, yang dibuat dari peptidoglikan.
- Plasmodesmata, merupakan pori-pori penghubung pada dinding sel memungkinkan setiap sel tumbuhan berkomunikasi dengan sel berdekatan lainnya. Ini berbeda dari jaringan hifayang digunakan oleh fungi.
- Plastida, terutama kloroplas yang mengandung klorofil, pigmen yang memberikan warna hijau bagi tumbuhan dan memungkinkan terjadinya fotosintesis.
- Kelompok tumbuhan tidak berflagella (termasuk konifer dan tumbuhan berbunga) juga tidak memiliki sentriol yang terdapat di sel hewan.
- Sel Parenkim - Sel ini memiliki fungsi untuk menyokong berdirinya tumbuhan, juga merupakan dasar bagi semua struktur dan fungsi tumbuhan. Sel parenkim memiliki dinding primer yang tipis, dan sitoplasma yang sangat fungsional. Sel ini hidup saat dewasa, dan bertanggung jawab terhadap fungsi biokimia.
- Sel kolenkim Sel kolenkim tersusun sebagai berkas atau silinder dekat permukaan korteks pada batang dan tangkai daun serta sepanjang tulang daun besar pada helai daun. Kolenkim jarang ditemukan pada akar. Kolenkim adalah jaringan hidup, erat hubungannya dengan parenkim, dan terspesialisasi sebagai penyokong dalam organ yang muda. Bentuk sel berkisar antara bentuk prisma hingga bentuk memanjang. Sel-sel kolenkim memiliki dinding primer yang lebih tebal dibandingkan sel-sel parenkim. Dinding tidak menebal secara merata dan itu merupakan ciri khasnya. Sel-sel parenkim tidak memiliki dinding sekunder dan lignin.
- Sel skelerenkim Sel sklerenkim membentuk kumpulan sel yang berkesinambungan atau berupa berkas yang ramping. Selain itu, sklerenkim juga terdapat tersendiri di antara sel-sel lain. Sklerenkim dapat berkembang dalam tubuh tumbuhan primer ataupun sekunder. Dindingnya tebal, sekunder dan sering berlignin, dan pada saat dewasa protoplasnya bisa hilang.
- Jaringan epidermis - jaringan paling luar yang membungkus tumbuhan
- Jaringan pengangkut - berperan dalam pengangkutan di dalam tubuh tumbuhan
- Jaringan dasar - melakukan fotosintesis, penyimpanan makanan, dan penyokong struktur.
- Parenkim - Dinding primer tipis, tidak memiliki dinding sekunder; dapat berkembang menjadi jaringan tumbuhan yang lebih terspesialisasi.
- Kolenkim - Dinding primer yang tebal, bergabung untuk menyokong bagian tumbuhan yang sedang tumbuh.
- Sklerenkim - Dinding sekunder tebal, menyokong bagian tumbuhan yang tidak tumbuh.
Struktur Sel
Struktur sel terbagi menjadi dua kelompok utama, yakni struktur sel prokariotik dan eukariotik
Berikut bagian-bagian dalam struktur sel prokariotik:
1. Membran plasma
Membran plasma atau disebut juga membran sel merupakan suatu sistem membran lapisan terluar yang membatasi isi sel dari lingkungannya. Membran ini terdapat pada sel hewan dan sel tumbuhan yang sangat tipis, hidup, dan bersifat semipermeabel.
Membran plasma memiliki bagian yang tersusun dari lemak (lipid) dan protein (lipoprotein). Membran plasma ini berfungsi dalam mengatur pertukaran zat antara sitoplasma dengan larutan di luar sel, menyelenggarakan pertahanan mekanisme, dan untuk memberi bentuk pada sel.
Selain itu, berfungsi sebagai penyelenggara komunikasi antar sel da juga sebagai organel yang dapat mengontrol masuknya nutrisi dan mineral ke dalam sel.
2. Sitoplasma
Sitoplasma merupakan cairan matriks atau zat seperti gel yang berada di dalam sel. Sitoplasma tersusun atas partikel berupa material air dan juga protein.
Fungsi utama dari sitoplasma adalah sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme yang terdapat di dalam sel. Sitoplasma juga sangat berperan dalam membantu dan memeriksa segala sesuatu yang terjadi di dalam sel kecuali nukleus yang merupakan inti sel.
3. Nukleus
Nukleus atau inti sel merupakan salah satu organel yang berada di bagian pusat sel. Fungsinya sebagai pusat kegiatan yang ada di dalam sel. Di dalam nukleus sendiri terdapat cairan inti (nukleoplasma), anak inti (nukleolus), dan selaput inti.
4. Ribosom
Robosom merupakan struktur sel prokariotik berupa butiran yang berfungsi untuk memperbaiki protein.
5. Dinding sel
Dinding sel merupakan bagian terluar dari sebuah sel. Berfungsi sebagai struktur pelindung kedua setelah membran plasma.
6. Kapsul
Kapsul merupakan struktur pelindung ketiga setelah membran plasma dan dinding sel.
7. Bulu rambut
Bulu rambut berfungsi sebagai alat perekat sel bakteri pada suatu permukaan dasar atau benda.
8. Flagel
Flagel disusun oleh mikrotubulus yang berfungsi dalam pergerakan sel. Sebagai contoh makhluk hidup yang memiliki sel prokariotik adalah bakteri dan ganggang hijau biru (cyanobacteria).
Struktur Sel Eukariotik
Sel eukariotik merupakan sel yang memiliki inti atau nukleus yang dikelilingi oleh membran sehingga sel ini memiliki dua membran yakni sitoplasma dan membran inti.
1. Membran Plasma
Sel eukariotik juga memiliki membran plasma yang memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai
- pelindung agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel,
- pengontrol zat-zat yang akan masuk maupun keluar meninggalkan sitoplasma,
- pengendali pertukaran zat antara sitoplasma dan lingkungannya, dan
- reseptor atau penerima rangsang dari luar.
2. Sitoplasma
Pada sel eukariotik, sitoplasma adalah bagian non-nukleus dari protoplasma.
3. Dinding sel
Dinding sel tersusun oleh selulosa saat sel masih muda dan sejalan dengan proses pertumbuhan serta perkembangannya.
Sel akan mengalami penambahan zat lignin sehingga dinding sel menjadi kuat. Dinding sel memiliki fungsi untuk melindungi dan memberi bentuk sel.
4. Organel
Organel adalah bagian tertentu dalam sel yang berfungsi sebagai organ. Organel terdiri atas unit unit kerja yang memiliki fungsi masing-masing.
Struktur yang membentuk organel di antaranya:
- Nukleus
- Retikulum Endoplasma (RE)
- Ribosom
- Sentriol
- Badan golgi
- Lisosom
- Mitokondria
- Plastida
- Vakuola
Pengertian Sel
Struktural artinya sel merupakan bagian penyusun tubun makhluk hidup.
Semua makhluk hidup (baik bersel satu atau banyak) terdiri dari sel. Sel adalah struktur dasar penyusun jaringan, organ, dan sistem organ.
• Fungsional artinya sel adalah unit yang menjalankan semua fungsi kehidupan.
Sel Prokariotik dan Sel Eukariotik:
Perbedaan utama antara sel prokariotik dan sel eukariotik terletak pada keberadaan membran inti dan organel terikat membran. Sel prokariotik tidak memiliki membran inti dan organel terikat membran, sedangkan sel eukariotik memiliki keduanya
Sumber: https://www.news-medical.net
Rabu, 16 Juli 2025
Biodata Galine
Kelas: VIIIF
No: 23
Alamat: Pandansari,Wonosari, Rt 09/Rw 17
Cita-Cita: Ahli gizi olahraga
Kesan Pesan: Kesan saya di kelas yang baru ini sangat menyenangkan karena saya bisa bertemu teman-teman baru yang ramah dan guru-guru yang baik. Suasana belajarnya nyaman, membuat saya lebih semangat untuk belajar dan beradaptasi. Pesan saya, semoga kita semua bisa saling mendukung, bekerja sama, dan menjaga kekompakan agar kelas ini jadi tempat yang positif dan penuh semangat untuk meraih cita-cita bersama.





